PSI Jadi Tujuan Baru Elite, Dinamika Internal NasDem Jadi Sorotan

By Admin


nusakini.com, Hengkangnya tiga kader Partai NasDem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memunculkan spekulasi soal retakan di level elite partai. PSI secara terbuka menyebut perpindahan ini sebagai dampak kuat dari pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI Ariyo Bimmo mengatakan, keputusan para kader bergabung ke PSI dipicu keyakinan pada politik kerja nyata dan rasional yang selama ini melekat pada Jokowi.

“Ini murni efek Jokowi. Mereka melihat PSI sebagai partai yang paling konsisten membawa nilai perjuangan Pak Jokowi,” kata Ariyo kepada media, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, dukungan terbuka Jokowi untuk memenangkan PSI membuat pilihan politik tersebut semakin logis.

Tiga kader NasDem yang pindah adalah Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse. Wakil Ketua Umum NasDem Saan Mustopa menegaskan kepindahan itu bukan karena konflik internal.

“Tidak ada masalah. Bang Ali pernah jadi Wakil Ketua Umum dan Ketua Fraksi. Kalau mereka memilih jalan politik lain, itu hak masing-masing,” ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (*)